Banyak Lowongan, Banyak yang Nganggur?


 

| 25 January 2012 | 22:23 Dibaca: 181   Komentar: 6   Nihil

Kalau kita baca koran, ada saja lowongan kerja. Kalau kita mau browsing, lowongan juga ada saja. Sebenarnya bukan hanya ada, tapi banyak. Tapi disisi lain pengangguran juga masih banyak, how come?

Beberapa hari yang lalu saya ingat seorang teman kerja mengatakan “Kadang gue heran, di sekolah belajar akuntansi, kerja kok masih belajar lagi, belajar akuntansi lagi.” Meski tidak persis seperti itu perkataannya, tapi intinya seperti itulah.

Pikiran saya menyeruak, merayap kemana-mana. Iya juga ya, bagaimana bisa seseorang yang sudah sekolah ataupun kuliah lama, jatuh-jatuhnya di-training lagi, diajarin lagi. Lah, ilmu mereka waktu sekolah itu dikemanain?

Masalahnya sebenarnya hanya mix and match antara materi di bangku sekolah atau kuliah dengan jobdesc mereka nanti di kantor atau perusahaan yang dituju. Dengan adanya mix and match seperti itu pasti ketika mereka lulus perusahaan mau ambil tenaga mereka. Orang mereka sudah bisa, iya kan?

Dan sebenarnya kalau memang tujuan sekolah / kuliah hanya sekedar untuk mencari kerja, it doesn’t take that much of time. Kita terlalu banyak diberi materi yang tidak kita perlukan (baca: tidak kita sukai). Harus disortir juga. Ah, ini akan menjadi topik baru, besok-besok sajalah dilanjut.

bersambung…

 

 

Belajar kan emang ga ada habisnya. Adakah sesuatu yang sudah selesai dipelajari?

Tapi lebih baik mana, selesai kuliah langsung kerja tanpa di training ulang atau dengan training?

Hehehe tergantung kuliahnya sih mbak. Yang saya tahu, S1 bukan ditargetkan siap kerja, beda dengan D3. S1 lebih fokus ke bidang keilmuan nya, dan biasanya untuk praktik nya kita ikut kursus atau training.
Enaknya sih training didapat ketika kerja, karena training akan fokus ke bidang pekerjaan yang akan dilakukan. Tapi selama saya kerja jarang2 sih dapat training :p Paling yang dilakukan adalah belajar otodidak, atau trial by error

Ok ok… I agree-lah…
Tapi kalau memang tidak ditargetkan untuk siap kerja… Kita harus bilang ke orang tua kita…
Kita kuliah buat cari ilmu bukan untuk cari kerja, right?

btw, itu trial and error kali maksudnya :p

Iya, bener, harusnya trial and error. Ini gara2 baca artikel trial by media jadi kebawa. Makasih koreksinya


Saya pernah diskusi hal yang sama dengan temen saya yang kerja di bag HRD. Divisi mereka membedakan training dengan development. Training khusus untuk karyawan baru, sedang program development itu untuk kenaikan pangkat atau karir.

Selama perusahaan menilai bahwa ilmu yang dibawa dari kampus kurang match dengan yang ada di perusahaan, maka program training akan tetap ada. So bisa kita tarik kesimpulan awal, bahwa antara kampus dengan industri kurang match.

Kalo saya sih, justru bersyukur kalo masih ada training.. Hehehe.. Training menjadi penyegar ingatan..

-masih belajar dan akan terus belajar-

———————————–

Ya, jadi harus dibikin match kan?

Iya juga sih, saya malah suka kalau ada training jadi belajar hal baru 🙂

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*