Berteman Karena Apa?

Teman Dalam Kebaikan

 

Seorang model nasional pernah berkata kepadaku, “Berteman itu kalau ada manfaatnya, kalau ga ada manfaatnya buat apa.” For real, menurutku pribadi berteman itu bukan hanya tentang manfaat. Bukan tentang melulu manfaat ke diri kita. Ada juga tentang kita memberi manfaat kepada orang lain. Hidup cuma sekali gitu loh. Ya masa bantu orang dikit aja ga mau. Memang kita mau hidup selamanya di dunia? Ada kehidupan setelah dunia juga kan? Toh harta ga dibawa mati, diwarisin ke anak itupun kalau punya anak. Kalau ga punya anak jadi rebutan saudara, iya kalau itu saudara dulu waktu hidupnya ingat sama kita. Kalau mereka peduli sama kita aja ga. Waktu kita susah lupa, kalau kita enak baru inget kita kita ini saudaranya. Waktu kita lagi susah lupa kalau kita ini masih hidup bukannya sudah mati.

 

Kamu tau? Memberi itu tidak harus uang, kita senyum aja loh orang lain itu sudah bahagia. Ingat senyum itu sedekah. Apa sih untungnya jadi orang jahat? Kalau nanti kau mati, meninggal dunia. Dengan menajadi orang jahat itu apakah ada orang yang datang? Yang melayat, yang menggotong mayat kita? Apa kamu akan jalan sendiri ke kuburan?

 

Ok, mungkin kamu bilang teman ada banyak, tapi sebanyak apa dan apa mereka akan datang waktu kalian meninggal? Ingat tidak yang ustad Jefri Al Bukhari? Berapa banyak yang datang ketika dia meninggal? Atau Olga Saputra? Orang yang dihujat saja disayang karena dia baik hati.

 

Ayahku, Alm Nurul Huda, dulu karena Ayah baik hati, yang datang banyak sekali, ada rombongan bus, ada rombongan naik motor, naik angkutan umum, naik kendaraan perusahaan, sampai kenek angkot yang saya naiki bertanya “Kyai siapa yang meninggal” Di jalan itu sampe tumplek-blek manusia. Disitu aku berfikir, kalau aku meninggal siapa ya yang akan datang? Kalau kamu meninggal siapa yang akan datang?

 

Regards

 

Tatiana Lisdasari

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *