Bukan Laskar Pelangi [Chapter 3]

Sedikit Tentang Sekolah

Ada yang tau betapa tersiksanya seorang anak yang pindah sekolah? aku tau! Pindah dari kelas satu ke kelas dua. Dari sekolah dimana guru-gurunya menyayangiku [karena aku pintar pastinya], kesekolah dimana guru-gurunya tak begitu peduli denganku. Ah, begitu malangnya.Aku sudah berusaha [sebenarnya tidak,karena tanpa usahapun aku biasanya akan mendapat nilai bagus] tapi tidak di sekolah ini. Kuperkenalkan nama sekolahnya, SDN Patokan 1 Kraksaan. Agak asing bukan? Patokan, agak familiar yah? Karena patok kuburankah? Yah, ada sedikit cerita kelam dibalik nama itu, paling tidak itu yang aku tau dari temen-teman baruku. Katanya jaman dahulu tempat dimana sekolah kami [Ingat:Kami] ini ada, sebelum sekolah ini dibangun, tempat ini adalah sebuah kuburan Belanda. Menyeramkan bukan? Kuburannya tepat berada di musholah sekolah, aku kira itu alasannya kenapa musholah sekolah ini tak pernah berfungsi [selaian karena penghuni sekolah juga malas sholat mungkin].

Dan karena nama Patokan itu juga akhirnya aku [dan anak-anak housing lain yang sekolah disini] akan lebih dikenal sekolah di Patok Kuburan. Dan yang lain [yang sekolah di Al Irsyad] akan lebih dikenal dengan sekolah di Aliran Sesat. Dan yang lain [Yang sekolah di Santo Paulus [ akan lebih dikenal dengan sekolah di Ikan Paus. Dan yang lain, ah sudahlah sampai disini saja, toh tak ada gunanya juga.

Itu masih sekolah, belum perusahaannya. Maka akan kuperkenalkan dua perusahan besar yang ada [Yang setauku mengantar-jemput anak-anak sekolah. Dimana ayahku bekerja adalah PT EMOMI, dan entah mengapa orang-orang luar lebih suka memanggilnya mumi. Bayangkan perbedaan keduanya, beda jauh!

Yang kedua adalah PT Powergen, Kalau yang ini pengucapan mereka benar. Tapi kami anak-anak EMOMI lebih suka memplesetkannya menjadi Powergenteng. Hahahaha…. ada sedikit iri dicampur dengki tau apalah itu antara anak-anak EMOMI dan Powergen disini. Jadi anak-anak EMOMI dan Powergen selalu saja saling mengolok-olok [dengan penyebutan mumi dan Powergenteng pastinya]

Tapi asal tau saja ya, gaji di Powergen itu lebih tinggi, jadi kalau ada yang mau melamar kerja jangan di Emomi, di Powergen saja. Hihihihi….. Ah, ga jadi, aku tarik lagi kata-kata itu, entar dikiranya malah provokasi lagi. Hihihihi…

Kembali lagi ke sekolah, SDN Patokan 1 itu punya bangunan kuno, khas penjajahan Belanda dulu. Entah kenapa aku suka itu, jendela-jendelanya yang tinggi, pintu-pintunya yang juga tinggi sampai hampir menyentuh atap, ruangan-ruangan sekolahnya yang agak pengap [karena memaksa membangun bangunan baru di dekat bangunan lama].

Aku tak terlalu sulit untuk mendapat teman disana karena pekerjaan ayahku dan stempel anak kaya yang menempel di jidatku sepertinya. Asal tau saja, semua orang disana mengira orang-orang yang kerja di PLTU Paiton itu adalah orang kaya. Malah beberapa guru pernah minta sumbangan pembangunan sekolah ke rumah! Waktu itu aku sednag tertidur di ruang tengah [Kebiasaan lihat tv sambil rebahan dan ketiduran] dan bisa terlihat dari ruang tamu, bayangkan betapa malunya!

Aku punya teman seumuran yang juga baru pindah sepertiku, namanya Sarah. Dialah yang selanjutnya akan dekat denganku. Anak asli Sidoarjo yang cantik, bulu matanya lentik, sungguh menarik.

—bersambung—-

Facebook Comments

Comments

    1. Post
      Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*