Indonesia Krisis Pemimpin? Apa Iya?

Banyak orang yang hopeless, melihat keatas banyak korupsi, melihat ke bawah sama saja. Indonesia itu negeri yang kaya. Ingat kata Bung Karno “Indonesia ini negeri yang kaya, tinggal bisa ngolahnya aja” Kata Bung Karno minus “aja”nya.

Yah, dan untuk mengolah semua sumber daya yang ada di Indonesia ini dengan benar dan bijak. Kita butuh pemimpin, pemimpin yang benar-benar berhati mulia, kind hearted tapi tegas, rude dalam beberapa hal yang memang butuh dia rude.

Orang yang bisa berkata tidak ketika memang tidak bisa, orang yang bisa berkata bisa ketika memang bisa. Bukan iya ketika enggak dan enggak ketika iya, atau enggak enggak iya. Jangan juga terlalu terbelenggu dengan sopan santun, unggah ungguh kata orang jawa. Ok, unggah ungguh perlu, tapi jangan terlalu. Bukannya hal yang terlalu itu selalu tidak baik?

Pemimpin yang tegas, yang tidak unyu-unyu. Tidak penting kau bilang prihatin, kita butuh tindakan nyata. Tindakan nyata memajukan negara, merangkul rakyat kecil dan menjadikan mereka besar. Kita tidak perlu pidatomu yang terlalu panjang, yang dibuat dibuat oleh orang, kita butuh hasil, hasil yang bisa kita lihat dan kita nikmati.

Pemimpin juga harus bisa dihormati, karena itu kau butuh wibawa. Bukan seseorang yang diam saja ketika dikata-katain sebagai kerbau. Jujur, saya lebih setuju orang seperti itu di hukum mati seperti di Thailand saja. Biar dia raja dan terkesan otoriter, tapi toh dia punya wibawa dan presiden perlu itu.

Pemimpin juga harus cerdas, pintar, karena negara Indonesia ini negara besar. Kita duduk di kancah dunia, kita harus tau bagaimana kita menempatkan diri. Sebagai apa, dan di posisi apa. Kita ini teman Amerika apa Palestina. Kita ini negara yang cinta damai atau perang. Dia harus tegas mengambil sikap, mengambil posisi, dan tetap bertahan pada keyakinannya, tidak boleh goyah.

Pemimpin Indonesia juga harus jujur, transparan terhadap semua pengeluaran negara, dia harus cermat dan teliti meskipun itu 500 rupiah. Orang Peranakan bagus dalam hal ini, jadi meskipun pemimpin kita bukan orang peranakan, seseorang yang pernah bekerja pada orang peranakan saja sudah cukup. Dia pasti tau seberapa berartinya uang, bahkan 50 rupiahpun.

Pemimpin Indonesia nantinya juga harus religius, dia harus seseorang yang percaya dengan Tuhan. Dia harus seseorang yang menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Orang seperti itu bisa kita percaya, kan?

Teman-teman kompasiana mau menambahkan lagi kriterianya?

Atau kalian sudah menemukan kandidatnya?

by PrincessTatia
with Love and Peace
31 January 2012

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *