Keseimbangan antara Dunia dan Akhirat

 

Which on do you choose?

Yah, tadi saya sempat berbincang-bincang dengan ibu. Hal yang menarik sungguh banyak, salah satunya adalah keseimbangan.

Anak pondok yang tidak tahu apa-apa, hanya di dalam pondok seumur hidupnya, tidak tahu dunia luar, sekali dia keluar dia akan kaget dan kebanyakan akan menjadi “binal”. Bahkan beberapa sudah binal sebelum mereka keluar dari pondok -_-

Sedangkan orang yang tidak pernah belajar agama, hanya belajar ilmu pengetahuan umum saja akan menjadi orang yang tidak beradab, tanpa sopan-santun. Contohnya seorang om yang menjadi dosen, dekan bahkan, gelar S2 tidak membuatnya berhenti berkata-kata kotor.

Sedangkan anak pondok yang ibu temui ketika saya masih bayi (sekitar tahun 1992), anak polos yang sudah ciuman secara binal di dalam bus. Dia tidak tau apa-apa tentang dunia luar ketika di dalam pondok. Saya jadi ingat pernah ditanyai bagaimana rasanya pegangan tangan oleh anak-anak pondok pesantren. Begitu parahnyakah?

Lalu saya membayangkan bagaimana jika mereka dipegang tangannya terasa enak, dicium terasa enak, dipeluk terasa enak dan seterusnya dan seterusnya. Apa mereka bisa membentengi diri dengan ilmu yang sudah mereka hafal di luar kepala itu? Bukankah praktek (pengalaman) lebih banyak mengajarkan ilmu pada kita daripada teori itu sendiri? Bukankah melawan nafsu tidak segampang dan segamblang teks dalam buku agama? Bukankah kita berpikir bahwa pendidikan seks diperlukan pada saat ini?

Bukankah keseimbangan dalam hidup adalah hal hakiki yang harusnya kita cari? Think think think

 

by PrincessTatia

with Love and Peace

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *